Rumah Sakit di Gaza – Pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai serangan Israel terhadap rumah sakit di Gaza baru-baru ini menyoroti pentingnya perlindungan fasilitas medis dalam konflik bersenjata. WHO menyatakan bahwa alasan yang di berikan oleh Israel untuk menyerang rumah sakit-rumah sakit di Gaza tidak dapat di benarkan dan tidak berdasar. Menambah sorotan internasional terhadap slot dana dampak serius yang di timbulkan oleh perang terhadap warga sipil.
Latar Belakang Serangan terhadap Rumah Sakit di Gaza
Konflik antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza telah berlangsung lama dan mengakibatkan banyak korban jiwa, baik dari kalangan militer maupun sipil. Namun, yang paling memprihatinkan adalah dampak serangan terhadap fasilitas medis, termasuk rumah sakit dan klinik yang selama ini menjadi tempat penyelamatan nyawa bagi mereka yang terluka dalam pertempuran.
Serangan Israel terhadap rumah sakit di Gaza pada akhir 2024 dan awal 2025 menyebabkan kerusakan signifikan. Sehingga infrastruktur kesehatan di wilayah yang sudah terhimpit akibat blokade dan terbatasnya sumber daya medis. Beberapa rumah sakit yang terkena serangan termasuk rumah sakit terbesar di Gaza. Al-Shifa, yang selama bertahun-tahun menjadi ujung tombak pelayanan medis bagi penduduk Palestina.
WHO: Serangan terhadap Rumah Sakit Tidak Dapat Di benarkan
Menurut WHO, serangan terhadap fasilitas medis seperti rumah sakit melanggar hukum humaniter internasional yang telah di sepakati secara global. Rumah sakit harus di lindungi di bawah konvensi Jenewa, yang melarang serangan slot kamboja yang dapat membahayakan pasien, tenaga medis, atau merusak fasilitas medis yang vital.
WHO mengecam keras alasan yang di ajukan oleh Israel yang menyatakan bahwa serangan tersebut di perlukan untuk menghancurkan “teroris” yang bersembunyi di dalam rumah sakit atau untuk menghancurkan fasilitas yang di gunakan untuk tujuan militer. WHO menegaskan bahwa tidak ada bukti yang dapat membenarkan serangan terhadap rumah sakit atau fasilitas medis lainnya, bahkan jika ada aktivitas militer di sekitar area tersebut. Menurut badan dunia ini, rumah sakit harus tetap di lindungi, terlepas dari situasi konflik yang sedang berlangsung.
Baca juga artikel lainnya di: medicaloksigensurabaya.com/
Konsekuensi Serangan terhadap Fasilitas Medis
Serangan terhadap fasilitas medis memiliki dampak yang sangat merugikan. Sehingga tidak hanya bagi korban langsung, tetapi juga bagi sistem kesehatan secara keseluruhan. Ketika rumah sakit dan klinik di hancurkan, kapasitas untuk merawat korban perang, pasien kronis, dan orang-orang dengan kondisi medis darurat menjadi sangat terbatas. Dalam konteks Gaza, di mana sistem kesehatan sudah tertekan oleh keterbatasan sumber daya dan infrastruktur yang buruk. Serangan terhadap rumah sakit semakin memperburuk penderitaan penduduk sipil.
WHO juga mencatat bahwa serangan semacam ini mengarah pada hilangnya kepercayaan. Sehingga masyarakat terhadap kemampuan pihak berwenang untuk melindungi mereka dalam situasi darurat. Bagi banyak orang, rumah sakit adalah tempat terakhir yang dapat mereka andalkan untuk mendapatkan pertolongan, dan ketika tempat-tempat tersebut menjadi sasaran, rasa aman dan harapan pun lenyap.
Tanggapan Internasional dan Solusi yang Di harapkan
Serangan terhadap rumah sakit di Gaza mendapat kecaman luas dari berbagai negara dan organisasi internasional. Banyak negara menyuarakan keprihatinan mereka terhadap serangan ini. Mendesak Israel untuk menghormati prinsip-prinsip hukum internasional yang melindungi fasilitas medis dalam konflik.
PBB dan badan-badan kemanusiaan internasional slot depo 10k juga menuntut agar semua pihak yang terlibat dalam konflik di Gaza. Memastikan perlindungan terhadap fasilitas medis dan memberikan akses kemanusiaan yang tidak terhalang. Mereka mengingatkan bahwa serangan terhadap rumah sakit tidak hanya merugikan nyawa manusia. Tetapi juga memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah sangat buruk.
WHO sendiri menegaskan bahwa langkah-langkah untuk menghindari serangan terhadap fasilitas medis harus menjadi prioritas utama dalam setiap upaya perdamaian. Perlindungan terhadap rumah sakit dan tenaga medis harus menjadi bagian integral dari setiap perundingan damai, agar tragedi yang terus berulang ini dapat di hentikan.